Pages

Fungsi Komunikasi Massa

Modul 5
Fungsi Komunikasi Massa
(Teori Media dan Teori Masyarakat)


5.1. Pendahuluan
            Masing-masing elemen masyarakat dengan peran dan akan menempati posisi masing-masing sesuai dengan guna yang diembanya. Semakin besar peran dan guna bagi masyarakat luas maka elemen tersebutkan cenderung menempati posisi semakin atas.

5.1.1. Mediasi “media massa” dengan realitas
            Lembaga media massa berada dimasyarakat dan ditengah-tengah masyarakat dan dengan karakteristik spesifik lembaga ini yang tidak dimiliki lembaga yang lain khususnya kemampuannya menyebarkan pesan secara luas dan serentak. Media massa memungkinkan antar individu dalam masyarakat, antar lembaga sosial antar individu dan kelompok, antara realitas dengan berbagai elemen masyarakat dst untuk berinteraksi dengan penghubung yaitu media massa. McQuail mengemukakan cara mediasi media massa sebagai berikut :

1.       Juru Bahasa; media memberi makna pada peristiwa-peristiwa;
2.       Pengantar informasi/ pendapat;
3.       Jaringan interaktif antar komponen masyarakat;
4.       Penunjuk jalan; arah dan bimbingan;
5.       Penyaring; mana yang penting dan mana yang tidak.
6.       Cermin; citra realitas dan kontruksi masyarakat.
7.       Tirai; menutupi kebenaran demi tujuan propaganda.

5.1.2          Hubungan Media dan Institusi lain:
1.       Kaidah normatif hubungan antara Elite-Media-Publik, yaitu kebebasan, tanggungjawab sosial dan rasionalitas.
2.       Ikatan formal yaitu kaidah hukum, karena media ada dalam negara.
3.       Adanya hubungan ekonomi
4.       Hubungan informal, dalam hal :
-          memperoleh sumber informasi;
-          kontak antar pihak
-          dekat dengan kekuasaan untuk tujuan profesional yaitu informasi

5.1.3. Kecenderungan Media
                Determinisme media berkaitan dengan perubahan perubahan sosial yang diakibatkan oleh keberadaan media massa. Perubahan tersebut tentunya bisa mendorong kearah yang lebih baik atau membawa perubahan ke arah yang tidak baik. Baik dan tidak baik tentunya sangat normatif sekali berdasarkan ukuran norma masyarakat dimana media itu berada (pengguna). Hal ini bisa diakibatkan oleh media atau persepsi masyarakat atau akibat-akibat lain yang tidak selamannya dapat dikontrol oleh media.

1.      Sentrifugal; media pembawa perubahan, kebebasan, keaneka ragaman, dan fragmentasi.
            Hal ini berarti :
-          media selalu membawa ide, benda, gagasan, teknik dan nilai baru;
-          dari lapisan atas ke bawah, dari kota ke desa;
-          Menantang sistem nilai dan kebiasaan yang mapan;
-          Melemahkan nilai tradisional dan mendorong individu memperjuangkan hidup lebih baik;
-          Mengamntikan sistem nilai yang berurat akar dengan sistem baru yang homogen dan tidak komplek-dan menghambat.

  1.  Sentripetal; media pembawa ketenangan, kontrol, persatuan, dan kohesi (keterpaduan)


5.2. Teori Media dan Masyarakat
a. Teori Masyarakat Massa

            Teori ini menekankan ketergantungan timbal balik antara institusi yang memegang kekuasaan dan integrasi media terhadap sumber kekuasaan sosial dan otoritas. Dengan demikian isi media lebih cenderung melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik dan ekonomi, dibandingkan melayani kepentingan publik.


b. Tteori Media Politik-Ekonomi
            Teori ini memandang bahwa media massa adalah bagian dari sistem ekonomi sebagai organisasi / industri yang berhubungan dengan pemilik, mekanisme kerja, kekuatan pasar (persaingan), memiliki orientasi pada pendapatan (laba) dan erat hubungannya dengan sistem politik.

d. Teori Struktur dan Fungsi
Pendekatan Struktur dan Fungsi atau lebih dekenal dengan Pendekatan Struktural Fungsional. Pemikiran Struktural Fungsional tidak dapat lepas dari pandangan Bronislaw Malinowski dan Radcliffle Brown, walaupun pandangan tersebut sudah ada jauh sebelumnya yaitu pemikiran Ibnu Khaldun, Hebert Spencer (pendekatan Biologik), Augusto Comte, dan Durheim. Struktur sosial dapat dikemukakan sebagai suatu pola hubungan didalam setiap satuan sosial yang mapan dan memiliki indentitas sendiri, sedangkan Fungsi adalah sesuatu hal yang berfungsi atau yang berguna.
Sesuatu yang berguna, berarti dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia (sandang, pangan, papan), dapat mendatangkan manfaat atas kesempatan atau peluang-peluang pada masa yang akan datang, memenuhi kebutuhan masyarakat untuk interaksi, mengatur tata hubungan, tersedianya pranata-pranata sosial, dapat meredakan ketegangan masyarakat, mengatasi konflik dan menumbuhkan integrasi (persatuan), sebagai struktur bagi individu, kelompok, kelembagaan /institusi untuk menempati posisi dan melakukan peran masing-masing.
Teori ini yang dapat menjelaskan berbagai kegiatan yang melembaga (institutionalized) dalam kaitanya dengan kebutuhan masyarakat (Robert K. Merton 1957), kebutuhan yang dimaksud yaitu kesinambungan, ketertiban, integrasi, motivasi, pengarahan (bimbingan) dan adaptasi. Teori ini ini sebagai jembatan antara pengamatan empiris (realita) dengan teori normatif. Masyarakat dilihat sebagai sebuah sistem yang terdiri atas berbagai bagian yang saling berkaitan dengan sub sistem yang lain, dengan demikian setiap sus sistem harus memiliki peran yang berarti. (dalam McQuail, 1987:069)
Fungsi media massa secara umum adalah :
a.       Menyiarkan informasi (to inform)
b.      Mendidik ( to educate)
c.       Menghibur ( to entertaint)
d.      Persuasi ( to persuation)
e.       Instruksi (Instruktion)

Media massa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya adalah surat kabar, radio, televisi, majalah dan film bioskop, yang berfungsi dalam bidang informasi, edukasi, dan rekreasi, atau istilah lain : penerangan, pendidikan, dan hiburan. Surat kabar misalnya menyiarkan informasi dalam bentuk berita dan iklan; edukasi dalam bentuk artikel atau tajuk rencana; rekreasi dalam bentuk cerita bersambung, cerita pendek, teka-teki silang dan sebagainya. Onong (2000:54).
Berdasarkan fungsi informasi maka isi media tersebut mengemukakan kejadian, pengalam kepada khalayak. Informasi tersebut memberikan pengetahuan-pengetahuan, apabila khalayak telah memiliki pengetahuan maka pengetahuan baru tersebut dapat dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya, tetapi apabila khalayak belum memiliki pengetahuan maka pesan media masa akan menjadi pengetahuan baru.
Sedangkan berdasarkan fungsi persuasi, maka adanya isi yang mengajak dan mempengaruhi khalayak  yaitu organisasi sikapnya (kognisi, afeksi dan konasi) kearah yang dikehendaki oleh komunikator, dan tujuan akhirnya diwujudkan dalam tindakanya. Sedangkan fungsi instruksi biasanya digunakan dalam lembaga atau organisasi yang sifatnya adalah perintah yang harus dikerjakan.


5.3. Fungsi Sosial  dan Individual Komunikasi Massa

a. Fungsi media dalam masyarakat :
1.       Informasi;
§  menyediakan informasi
§  menunjukkan hubungan kekuasaan
§  memudahkan adaptasi dan kemajuan

2.       Korelasi
§  Menjelaskan, menafsirkan,mengomentari makna, peristiwa dan informasi
§  Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan
§  Melakukan sosialisasi
§  Mengkoordinasikan beberapa kegiatan
§  Membentuk kesepakatan
§  Menentukan urutan prioritas dan memberikan status kreatif

3.       Kesinambungan
§  Mengakui keberadaan kebudayaan khusus, mengekpresikan budaya dominan, dan perkembangan budaya baru
§  Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai

4.       Hiburan
§  Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian dan sarana relaksasi
§  Meredakan ketegangan sosial

5.       Mobilisasi
Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan agama

b. Fungsi media bagi individu :

1.             Informasi;
§  mencari berita tentang peristiwa dan kondisi dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia;
§  mencari bimbingan masyarakat tentang masalah praktis dan pendapat
§  memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum
§  belajar, pendidikan diri sendiri
§  perasaan puas, damai karena mendapat tambahan pengetahuan

2.             Indentitas pribadi
§  menemukan penunjang nilai-nilai pribadi
§  menemukan model perilaku
§  mengindentifikasikan diri dengan media (imitasi)
§  meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri

3.             Integrasi dan interaksi sosial
§  memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain
§  pengindentifikasian diri dengan orang lain
§  meningkatkan rasa memiliki
§  menukakan bahan percakapan dengan orang lain
§  memperoleh teman selain manusia
§   membantu menjalankan peran sosial
§  memungkinkan seseorang dapat menghubungi teman dan keluarga

4.       Hiburan
§  melepaskan diri dari permasalahan
§  bersantai
§  memperoleh kenikmatan jiwa dan estetika
§  mengisi waktu
§  penyaluran emosi
§  membangkitkan gairah seks .
(disarikan penulis dari McQuail, 1987,70-72)

5.4. Fungsi dan Disfungsi

            Fungsi media massa sering dihubungan dengan peran yang seharusnya diemban oleh media masa dapat menciptatakan keteraturan, keterriban, integrasi (meredakan konflik), berpihak pada yang termarginalkan dan lemah, memungkinkan terciptanya adaptasi masyarakat dengan berbagai perubahan, meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat, melestarikan nilai, norma, budaya dsb. Sedangkan dari sisi efek ada efek yang sesuai dengan kemauan komunikator atau media dan efek yang mungkin tidak dinginkan oleh media-tidak dapat dikontrol oleh media, tetapi terjadi di masyarakat.
            Tidak jarang karena kesalahan interpretasi, proses seleksi informasi yang sadar atau tidak seimbang, penyajian peristiwa yang tidak tuntas, beberapa keterbatasas waktu dan tuntutan siaran atau pencetakan,  alasan memenuhi kebutuhan pasar dsb lalu muncul dampak yang tidak baik dimasyarakat, masyarakat diluar media menilai hal itu disebabkan oleh media, dan tentunya disangkal oleh media yang alasanya bukanya tidak masuk akal.
            Kita ambil contoh tayangan kriminal tentang narkoba di media, tujuan media memberikan informasi tentang peristiwa yang ada ditengah-tengah masyarakat, akibatnya, sangsi hukum dsb, tetapi ada hal lain yang tidak dapat dikontrol oleh media,  khalayak mengetahui jenis-jenis narkoba dari media (disamping sumber lain) lalu ia mengunakan “pengetahuannya” untuk menjual narkoba. Apakah yang salah medianya atau orangnya ?  Ataukah keduanya ? Apakah kesalahan institusi lain yang tak berperan ? Nah hlo...silakah berpendapat.




5.5. Perbandingan Sistem Media (Teori Normatif tentang Struktur dan Penampilan Media)

            Sistem media yang dianut oleh suatu negara tidak lepas dari ideologi, sistem politik dan pemerintahan dimana media itu berada. Keberadaan sebagai bagian dari struktur secara keseluruhan senantiasa berhubungan dengan  konvensi, peraturan, hukum, ketentuan serta konstitusional. Sistem media dalam suatu negara tidak jarang ditentukan oleh regim penguasa atau siapa yang memerintah saat itu, dan perubahan-perubahan dalam masyarakat termasuk struktur media. Perlu diketahui bahwa tidak ada sistem media yang dituntun oleh teori pers tertentu. Kebanyakan sistem media menunjukkan keaneka ragaman unsur dalam beberapa sistem pers yang ada. Dengan demikian dalam situasi dan kondisi tertentu, sistem pers yang ada dekat atau dapat dijelaskan dengan cici-ciri teori media apa.
            Siebert dkk Tahun 1956 (dalam McQuail, 1987:110-122), mencoba membedakan beberapa teori besar menyangkut media massa. Empat klasifikasi yang dilakukan Siebert masih tetap dipakai dalam beberapa literatur, dan dalam perkembanganya adanya tambahan klasifikasi, yaitu Teori Media Pembangunan dan Teori Media Demokratik-Partisipan. 

1. Teori Otoriter.
            Tori pers Otoriter ini mengindentifikasikan sistem pers di negara-negara Monarki, yang mana pers harus tunduk pada penguasa dan kepentingan penguasa.  Pers tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang dianut oleh penguasa, adanya sangsi hukum bagi pers yang mengancam keberadaan penguasa, dan pers dapat digunakan oleh penguasa untuk legitimasi dan sebagai alat kekuasaan penguasa. Pengaturan pada pers tidak saja pada berdirinya dan produksi organisasi media, tetapi adanya kontrol penguasa pada isi media.
            Teori ini dapat pula mengindentifikasi berbagai situasi dalam masyarakat pra demokrasi, pendudukan militer, keadaan darurat dsb, yang diwujudkan dengan peraturan / undang-undang, pengendalian produksi, kode etik, pajak dan pengaturan ekonomi lainnya, pengendalian import, dan hak pemerintah mengangkat staf redaksi.

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
-          Media tunduk pada penguasa,
-          Sensor dibenarkan
-          Isi media tidak bertentangan dengan nilai dan norma
-          Media tidak mengancam dan merusak wewenang yang ada
-          Kecaman terhadap penguasa, kebijakan resmi, dapat dipidana
-          Wartawan atau ahli media tidak bebas dalam organisasi media.

2. Teori Pers Bebas.
            Teori ini menyatakan behwa setiap orang bebas mengungkapkan pendapat, hak untuk bergabung dengan orang lain dan mengungkapkan pendapat. Prinsip dan nilai-nilai ini sama dengan nilai-nilai di negara yang menganut sistem demokrasi liberal. Hampir semua masyarakat yang telah mengakui kebebasan pers, setiap individu atau kelompok boleh memiliki organisasi media, sensor pendahuluan oleh penguasa tidak dibenarkan, tetapi pers harus tunduk pada peraturan atau perundang-undangan yang mengatur konsekuensi atas segala aktivitasnya apabila melanggar hak orang lain, atau tuntutan dari masyarakat. Perlindungan terhadap individu, kelompok - kelompok minoritas, keamanan dan kehormatan  negara lebih utama dibandingkan kebebasan publikasi.  Teori ini memperoleh pembenaran dengan Amandemen pertama Konstitusi Amerika Serikat yang menegaskan bahwa Kongres tidak boleh membuat Undang-undang yang membatasi kebebasan berbicara atau “pers”.

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
  •       Publikasi bebas dari sensor
  •      Penerbitan dan distribusi terbuka untuk individu dan kelompok
  •      Kecaman tidak dapat dipidana tanpa ijin
  •      Tidak ada kewajiban untuk mempublikasikan segala hal
  •     Publikasi “kesalahan”=”publikasi kebenaran” bila menyangkut opini dan keyakinan
  •     Tidak ada batasan hukum dalam pengumpulan informasi
  •     Tidak ada batasan import-eksport pengiriman-penerimaan pesan diseluruh dunia.
  •     Wartawan memiliki otonomi professional.


3. Teori Tanggungjawab Sosial
            Teori ini berasal dari inisiatif orang Amerika – Kominisi Kebebasan Pers (Commission on Freedom of the Press). Pendorong utama sistem pers ini adalah adanya kesadaran bahwa dalam hal-hal tertentu yang penting, pasar bebas telah gagal memenuhi janji akan kebebasan pers dan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Perkembangan teknologi dan perdagangan pers telah menyebabkan kurangnya akses bagi orang-orang dan kelompok tertentu dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi, sosial dan moral dari masyarakat.
            Kebebasan pers merupakan kebutuhan tidak saja media massa, tetapi juga masyarakat, tetapi tentunya tidak ada yang mentolerir kebebasan tersebut hingga mengancam rusaknya moral, terganggunganya ketertiban dan keamanan dimana organisasi media berada.

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
  •       Media menerima/memenuhi kewajiban tertentu pada masyarakat
  •       Kewajiban tersebut dengan menerapkan standar yang tinggi tentang kebenaran informasi, ketepatan, obyektifitas, dan keseimbangan. Masyarakat dan publik tertentu berhak
  •       Media dapat mengatur diri dalam kerangka hukum dan lembaga yang ada
  •       Media mencerminkan kebihinekaan masyarakatnya.
  •       Wartawan bertanggungjawab terhadap masyarakat, pemilik dan pasar


4. Teori Soviet
            Teori ini berkembang di Rusia, semenjak Pers Rusia direorganisasi pasca revolusi 1917, dan dilengkapi dengan postulat Mark dan Engels, serta kaidah penerapan oleh Lenin. Teori ini dalam penerapanya dilengkapi dengan sarana kelembagaan, yang membentuk kerangka utama bagi pelatihan, praktek, dan penelitian media. Menurut teori ini penyensoran dan hukuman karena mengecam negara dibenarkan.
           
Gagasan teori ini adlah :
1.       Kelas pekerja memegang kekuasaan dalam masyarakat sosialis;
2.       Masyarakat sosialis diharapkan menjadi masyarakat kelas, dan karenanya tidak mengandung konflik kelas, sehingga tidak mengandung konflik kelas. Pers seyogyanya tidak distruktur sejalan dengan konflik politik.
3.       Pers membawa peranan strategis bagi pembentukan masyarakat dan gerakan ke arah komunisme. Media berfungsi sebagai wahana sosialisasi, pengendalian sosial informasi dan mobilisasi untuk mencapai tujuan sosial ekonomi yang terencana.
4.       Marxisme menyaratkan Hukum sejarah obyektif, karenanya pers harus mencerminkan realitas yang obyektif.
5.       Negara menyaratkan media menyerahkan pengendalian akhir pada organ negara.

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
  •     Media melayani dan berada didalam pengendalian kelaspekerja
  •      Media tidak dimiliki pribadi
  •       Media punya fungsi positif, sosialisasi, pendidikan, informasi, motifasi dan mobilisasi
  •       Media tanggap terhadap keinginan dan kebutuhan khalayak
  •       Masyarakat berhak mensensor dan tindakan hokum
  •      Media menyediakan pandangan yang komplit dan obyektif tentang masyarakat dunia
  •       Wartawan bertanggungjawab untuk kepentingan masyarakat
  •      Media mendukung gerakan progresif didalam dan luar negeri
  •  

5. Teori Media Pembangunan.
            Teori ini berkembang di negara-negara dunia ketiga atau negara berkembang. Adanya beberapa kondisi yang mana teori-teori pers yang ada tidak didukung adanya infra struktur komunikasi, ketrampilan profesional,  sumber daya produksi, budaya yang dianut, tersedianya audiens, dan ketergantungan secara umum negara berkembang pada produk teknologi, ketrampilan dan budaya. Masyarakat dalam negara berkembang sangat menginginkan pembangunan ekonomi, politik, sosial, budaya dan sebagaainya, sehingga secara normatif media harus bermuara pada hal-hal tersebut. Untuk itu media massa dan wartawan, memiliki kebebasan tertentu dan tunduk pada tujuan pembangunan bangsa

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
  •       Media menerima dan melaksanakan tugas pembangunan positif sesuai dengan kebijakan nasional.
  •       Kebebasan media dibatasi oleh prioritas ekonomi dan kebutuhan pembangunan masyarakat;
  •      Memprioritaskan isi tentang kebudayaan dan Bahasa nasional
  •      Media memprioritaskan informasi tentang negara yang sedang berkembang.
  •       Para wartawan dan karyawan media memiliki tanggungjawab dan kebebasan dalam mengumpulkan informasi dan penyebar luasan.
  •       Untuk kepentingan pembangunan negara memiliki punya campur tangan dengan; membatasi operasi media, sensor, subsidi, otoritas dan pengendalian langsung dapat dibenarkan.


6. Teori Demokratik Partisipan
      Teori ini sebenarnya merupakan reaksi dari ragam teori normatif media dalam masyarakat liberal, tetapi telah bergabung dengan sistem media pembangunan yang menekankan pada “masyarakat” sebagai titik sentral- keterlibatan masyarakat dan komunikasi secara horisontal. Teori ini muncul karena komersialisasi dan monopili media yang dimiliki secara pribadi, sentralisasi dan birokratisasi siaran publik. Istilah “demokratik-partisipan” menunjukkan kekecewaannya terhadap sistem politik parlementer yang  lebih banyak menghalanggi tujuan, dibandingkan keterlibatan dalam kehidupan politik dan sosial.

Prinsip utama teori ini sebagai berikut :
  •       Setiap warga negara secara individu dan kelompok minoritas memiliki hak untuk pemanfaatan media (hak untuk berkomunikasi) dan hak untuk dilayani oleh media;
  •       Organisasi dan Isi Media seyogyanya tidak tunduk pada pengendalian  politik, yang dipusatkan atau pengendalian birokrasi negara;
  •       Media seyogyanya untuk audiens-nya dan bukan untuk organisasi media, para ahli atau nasabah media tersebut;
  •       Kelompok, organisasi, dan masyarakat lokal, seyogyanya memiliki media sendiri;
  •       Bentuk media dalam skala kecil, iteraktif, dan partisipasif lebih baik daripada media berskala besar, satu arah, dan diprofesionalkan.
  •       Kebutuhan sosial tertentu berkaitan dengan media massa tidak cukup diungkapkan melalui tuntutan konsumen perseorangan, negara dan berbagai lembaga utamanya.
  •       Komunikasi terlalu penting untuk diabaikan oleh para ahli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar pada postingan ini :D
makasih ‎​(˘⌣˘)ε˘`)