Pages

Jurus Menghadapi Teror Mantan Kekasih

Tak sedikit kisah cinta yang berakhir mengesalkan. Walau sudah terucap kata putus, tapi sang mantan tetap tak mau berhenti menganggu hidup Anda. Sering kali, teror mantan pacar bisa sampai menganggu kehidupan bahkan membahayakan. 

Bersikap tenang

Hal pertama yang harus selalu Anda ingat adalah tetap tenang. Jika emosi Anda terpancing justru dia makin bersemangat dan senang. 

Hindari percakapan atau pertemuan panjang yang bisa memicu amarah. Batasi kontak dan komunikasi dari dia. Hentikan percakapan sebelum Anda kehilangan kendali. Dalam keadaan Anda emosi atau tidak bisa mengendalikan diri sebaiknya hindari kontak dengannya. Terjebak dalam percakapan emosional bisa membuat mantan merasa menang karena berhasil mengusik ketenangan Anda.

Jangan terjebak
Dia mungkin merangkai sejuta kata untuk mendapatkan Anda kembali. Jika Anda yakin dan percaya pada keputusan Anda maka tak ada alasan untuk berbalik arah. Selalu tegaskan bahwa hubungan Anda sudah berakhir. Jika itu sudah Anda lakukan, maka Anda tak perlu melakukannya berulang kali. 

Namun usahanya pasti terus berlangsung. Bisa saja ia akan mengajak Anda bertemu untuk membicarakan kemungkinan rujuk. Jangan terjebak. Anda harus punya sikap dan batas sampai mana Anda akan meladeni rengekan si dia. 

Banyak sekali pasangan yang putus-nyambung berkali-kali hanya karena terjebak dalam manipulasi janji-janji manis si mantan. Ujung-ujungnya cerita lama berulang kali. Jika kesalahannya sudah sangat fatal atau Anda sudah memberinya kesempatan kedua, ketiga, bahkan kesepuluh, maka tak ada alasan lagi untuk selalu jatuh pada bujuk rayunya.

Jika Anda termasuk tipe yang mudah dirayu dan terenyuh, sebaiknya hindari pembicaraan atau diskusi dengannya. Jangan mudah dimanipulasi untuk merasa bersalah sehingga Anda menyerah pada rayuannya. 

Tutup komunikasi 
Memang tidak baik memutus tali silaturahmi. Tapi jika ia menganggu dan mengesalkan berarti tak ada niat baik juga dari dirinya untuk menjaga hubungan baik. Pada batas tertentu, Anda harus mengambil keputusan untuk menutup komunikasi dengannya.

Si mantan tentu akan dengan berbagai cara meminta Anda kembali ke pelukannya. Padahal Anda sudah mantap untuk berpisah. Ujung-ujungnya Anda bisa saja menyerah hanya karena tak tahan terus didera oleh rengekannya lewat berbagai jalur komunikasi. 

Jika Anda sudah yakin berpisah dan ia masih menganggu Anda, sebaiknya tutup jalur komunikasi Anda dengan dia. Tidak perlu merespon telepon atau SMS darinya. Abaikan pesan singkat di media sosial maupun jaringan komunikasi lainnya. Kalau perlu hapus pertemanan Anda di jejaring sosial sehingga ia tidak bisa menghubungi Anda.

Hidup baru 
Anda sudah mantap mengakhiri hubungan dengannya. Jika memang ia berada di lingkaran pergaulan atau tempat aktivitas yang sama, cobalah mulai hidup baru. Saat Anda sudah menutup segala akses komunikasi tapi ia tahu ke mana Anda pergi pada akhir pekan atau di mana Anda biasa berkumpul dengan teman, sebaiknya bergeraklah ke tempat yang baru. Cari lingkungan baru atau tempat nongkrong baru yang menyenangkan. Dengan begitu, sulit bagi dia untuk terus melacak keberadaan dan menganggu Anda. 

Tak ada salahnya mencari lingkaran pergaulan baru yang mantan Anda tidak terlibat. Teman-teman Anda pasti mengerti jika untuk sementara waktu Anda tak bisa selalu bersama mereka karena harus menghindari sang mantan. Siapa tahu, petualangan baru Anda juga membawa Anda kepada cerita cinta yang baru?

Minta bantuan

Anda tentu tahu batas wajar yang bisa ditoleransi. Mintalah bantuan teman untuk berbicara dengan si mantan. Beri pengertian sebisa mungkin kalau kemungkinan mengembalikan hubungan Anda sudah berakhir. Ini bisa jadi merupakan upaya terakhir Anda untuk menghentikan aksi terornya yang tak juga berakhir.

Tapi jika si dia sudah sangat menganggu, maka saatnya meminta bantuan orang lain. Teror ke tempat kerja, rumah, membuntuti, atau bahkan mengancam keselamatan Anda tentu bukan tindakan yang bisa diabaikan begitu saja. Ceritakan permasalahan ini pada keluarga, teman, atau orang terdekat. Dengan begitu mereka bisa membantu Anda jika perangai si mantan mulai membahayakan karier atau jiwa. 

Bicarakan langkah-langkah yang tepat bersama orang terdekat untuk menghadapi teror dari si mantan. Tentu saja pendekatan pertama adalah pendekatan kekeluargaan. Tapi jika si dia tetap menggila, bisa saja pihak lain yang lebih tegas perlu dilibatkan.